Indonesia, aku mencintaimu dengan kesungguhan yang sebenarnya. Aku bersyukur dengan syukur yang sesungguhnya karena dilahirkan dalam dekapmu. Dengan segala kurangmu dan ketertinggalanmu dengan yang lainnya AKU TETAP CINTA. Tak pula rela Pancasila diganti dengan asas agama manapun nantinya. Doaku, semoga hadirnya jejak kami kami di penjuru negeri tidak hanya mendatangkan kerusakan. Tapi kebaikan bagi alamnya dan masyarakatnya. - @cumajalan
DIRGAHAYU NEGERIKU, sembah maaf dari ku karna tiada bakti untukmu. |
Awalnya saya bingung harus memilih menjadi panitia lomba 17-an di kampung (permintaan mendadak muda-mudi di kampung) atau mengikuti pengibaran bendera di tebing. Tapi jadilah saya memilih pergi ke tebing, karena rindu ini sudah tak mampu ditampung dada. Gowes kali ini dalam rangka memperingati Dirgahayu Indonesia ke-72 eh gak juga sih, ada unsur terpaksa. Saya yakin bisa dan kuat berangkat menuju Lembah Kera, tapi pulangnya saya kuat? gak kuat. Dengan penuh keyakinan saya nekad berangkat gowes sendirian karena temen-temen sudah berangkat tanggal 16, terpaksalah saya sendirian. Ini kedua kalinya gowes jauh dan sendirian. Takut? Yah ada lah pasti, tapi tetep berfikir positif dan berdoa aja.
Lewat mana aja zu? Dari kota Malang menuju Lembah Kera ikuti petunjuk ke arah kota Kepanjen, sampai di Kepanjen ikuti petunjuk arah ke Bendungan Sengguruh. Kemudian nanti ada petunjuk arah ke Pagak. Sampai di pagak ada pertigaan dikanan ada Masjid Jami' Al-Hidayah kita ambil belok kanan atau ke arah Dempok, lurus terus sampai di kiri jalan ada petunjuk menuju Lembah Kera. Gak pakai google maps masih aman, karena ada petunjuk jalan yang sudah saya sebutkan. Tapi hati-hati yang pakai google maps, kadang destinasi tujuan bukanlah yang kita maksud, pastikan pin point lokasi di google maps adalah lokasi sudah benar (akibat diri ini pernah menjadi korban google maps hiks hiks).


